Jenis Desain Logo

Logo adalah gambar yang merepresentasikan keberadaan sebuah brand. Keberadaan logo akan menjadi hal pertama bahkan menjadi titik fokus yang akan dilihat oleh banyak orang, maka dari itu membuat logo terbaik sudah menjadi suatu keharusan. Logo yang baik, ialah yang bisa mewakili suatu brand, dan tentunya juga mudah untuk dikenali oleh khalayak. Maka dari itu, sebelum memutuskan membuat logo, penting adanya mengenali terlebih dahulu jenis-jenis desain logo berikut ini agar logo yang anda buat nantinya lebih terkonsep dengan baik 

Monogram

Jika memperhatikan logo CNN, HP, IBM, Warner Bros, LG, Volkswagen, dan Deutsche Welle maka kita dapat melihat suatu pola bukan? Ya, beberapa logo tersebut adalah inisialisasi dari beberapa nama suatu perusahaan terkenal yang memiliki nama cukup panjang. Dengan 2 atau 3 kata yang perlu diingat, mereka beralih menggunakan inisial untuk tujuan identifikasi merek atau biasa disebut dengan istilah monogram. Jadi, logo monogram merupakan logo berbasis font yang terdiri dari beberapa huruf yang merepresentasikan inisial dari nama suatu perusahaan/ organisasi. Simbol huruf ini merefleksikan tentang kesederhanaan, mudah dipahami, dan diingat.

Wordmark

Mirip dengan monogram, logo wordmark adalah logo berbasis font. Hanya saja lebih berfokus pada nama perusahaan/ organisasi itu sendiri secara langsung. Jenis logo ini sangat cocok digunakan oleh perusahaan dengan nama yang singkat dan berbeda. Grapiku, Google, Facebook, Netflix, Grab, Coca-Cola, FedEx, Disney adalah contohnya. Nama-nama perusahaan tersebut ringkas, catchy dan mudah diingat dikombinasikan dengan tipografi dan warna yang kuat sehingga membantu brand lebih kuat untuk dikenali.

Pictorial Mark/ Symbol

Jenis logo Symbol merupakan logo berbasis gambar yang biasa disebut juga dengan istilah ikon. Simbol ini sangat melekat pada sebuah brand, dengan begitu nama atau identitas perusahaan/ organisasi dapat dikenali walau hanya dengan melihat simbolnya saja. Sebagai contoh, Apple Inc dengan logo buah apel, Twitter dengan ikon burung birunya, Nike dengan tanda centang (checklist), Premier League, Gojek, WWF, Android dan Shell. Tipe logo ini bisa dibilang cukup rumit ketika digunakan oleh perusahaan baru atau yang belum memiliki pengakuan merek yang kuat. Karena apabila logo jenis lain bisa dengan jelas mencitrakan merek dengan mencantumkan nama maupun inisial merek pada logo, pemakaian logo simbol/ ikon ini hanya bisa mengandalkan gambar ikonik saja. 

Abstract Mark

Alih-alih dengan gambar yang mudah dikenali seperti apel atau burung, logo abstrak merupakan logo berbasis gambar yang menggunakan bentuk geometris abstrak dalam menyampaikan filosofi perusahaan/ organisasi. Contoh perusahaan terkenal yang menggunakan jenis logo ini adalah Pepsi dengan gambar lingkaran terbagi dan Adidas dengan 3 bar miringnya. Selain itu contoh logo abstract mark ada BP, Chevron, Airbnb, Slack, Pertamina dan Pelindo 1. Keunggulan jika anda memilih logo abstrak, anda dapat menyampaikan pesan/ nilai dari brand anda secara simbolis dengan bebas namun terkonsep tanpa implikasi bentuk tertentu yang sudah umum.

Mascots

Logo maskot adalah logo yang melibatkan karakter bergambar. Maskot ini juga bisa dianggap sebagai duta bagi sebuah brand. Ciri khasnya seringkali berwujud kartun, penuh warna, dan selalu tampak memberikan gambaran menyenangkan. Contoh maskot yang terkenal diantaranya karakter pada perusahaan resto cepat saji KFC yakni kakek berjenggot, perempuan berkuncir dua milik Wendy’s. Selain itu logo maskot dapat ditemukan pada brand Pringles, Duolingo, Hostgator, DuckDuckGo, Michelin hingga HokBen. 

Combination

Logo kombinasi merupakan logo yang terdiri dari gabungan wordmark dengan logo simbol, abstrak, atau maskot. Gambar dan teks bisa diintegrasikan satu sama lain, disatukan bahkan ditumpuk. Karena nama dikaitkan dengan gambar, maka logo kombinasi ini bisa menjadi pilihan yang baik dan serbaguna karena keduanya akan saling berpadu membuat citra sebuah brand lebih kuat dan mudah dikenali. Beberapa logo kombinasi yang terkenal adalah Burger King, Doritos, Nasa, Pizza Hut, Trans Studio, Moto GP, Fanta, Semen Indonesia, dll.

Emblem

Jenis logo yang terakhir adalah emblem. Logo emblem terdiri dari huruf yang berada di dalam simbol/ ikon, lencana, segel atau inti dari lambang tersebut. Logo ini cenderung memiliki tampilan tradisional namun dapat membuat kesan mencolok. Penggunaannya secara umum lebih sering menjadi pilihan utama bagi banyak sekolah, instansi pemerintah, organisasi maupun perusahaan dengan konsep klasik. Meski begitu, logo emblem juga banyak dipakai serta dimodernisasi sehingga juga cocok untuk berbagai perusahaan dari berbagai bidang dan generasi. Contoh logo Emblem yaitu Lamborghini, ASEAN, UPS, Manchester United, dll.

Itulah beberapa jenis desain logo yang perlu anda pahami. Masing-masing jenis desain logo tentunya memiliki tingkat kerumitan serta keunikan tersendiri. Dan apabila anda sedang memiliki kebutuhan akan logo bisnis/ organisasi apapun itu jenisnya, hubungi kontak Grapiku segera untuk mendapatkan penawaran branding logo berkualitas, murah, dan terlengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×